Larutan Campuran Binär Optionen


Unsur, Senyawa dan Campuran Unsur, Senyawa dan Campuran Zat tunggal dapat berupa unsur dan senyawa, sedangankan campuran ada yang bersifat homogen, ada pula yang heterogen. Dengan demikian, klasifikasi materi adalah seperti pada gambar 1 dibawah ini: Unsur adalah zat tunggal yang tidak dapat diuraikan. Perluh dipahami bahwa menguraikan tidaklah sama dengan memotong-motong atau menghaluskan. Penguraian menghasilkan dua jenis atau lebih zat baru yang berbeda dari zat semula, sedangkan memotong-motong atau menghaluskan hanya mengubah bentuk, tetapi tidak mengubah jenis zatnya. Untuk meringkaskan dan memudahkan penulisan, maka setiap unsur diberi suatu lambang yang kita sebut lambang unsur atau lambang atom Perhatikan beberapa contoh pada tabel 1 berikut ini Tabel 1. beberapa contoh unsur Campuran adalah materi yang terdiri dari dua jenis zat atau lebih. Sifat campuran merupakan rata-rata dari sifat komponen-komponennya. Sifat manis dari gula tidak hilang ketika dicampur dengan luft. Demikian juga dengan sifat asin dari garam. Jika ke dalam luft dilarutkan gula dan garam, maka larutan akan mempunyai rasa manis sekaligus asin. Tiga Jenis Campuran: Larutan, Koloid, dan Suspensi Larutan Adalah Campuran Homogen. Suatu campuran dikatakan homogen jika antara komponennya tidak terdapat bidang batas, sehingga tidak terbedakan lagi walaupun menggunakan mikroskop ultra. Suspensi Adalah Campuran Kasar dan Bersifat Heterogen. Antara komponennya masih terdapat bidang batas dan sering kali dapat dibedakan tanpa menggunakan mikroskop. Istilah suspensi biasanya dimaksud untuk campuran hererogen dari suatu zat padat dalam zat cair Suspensi tampak keruh dan tidak stabil Koloid adalah suatu bentuk campuran yang keadaannya terletak antara larutan dan suspensi. Contohnya santan, luft, susu, luft sabun, dan katze Dibawah ini adalah tabel perbedaan unsur, senyawadan campuran Sedangkan perbedaan larutan, suspensi dan koloid adalah seperti pada tabel dibawah ini: 1.1 Latar Belakang Hampir semua proses kimia berlangsung dalam larutan sehingga penting untukmemahami sifat-sifatnya. Larutan Adalah Sesuatu Yang Penting Bagi Manusia Dan Makhluk Hidup Pada Umumnya. Reaksi-reaksikimia biasanya berlangsung antara dua campuran zat, bukannya antara zat murni. Banyak reaksi Kimia Yang dikenal. Baik di dalam laboratorium atau di industri terjadi di dalam larutan Larutan memainkan peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Di alam kebanyakan reaksi berlangsung di dalam larutan Luft. Tubuh manusia menyerap mineral, vitamin dan makanan dalam bentuk larutan Larutan Biasanya Terdiri Dari Dua Zat Atau Lebih Yang Merupakan Campuran Homogen. Larutan disebut campuran homogen karena komposisi dari larutan betit seragam atau satu fasehingga tidak dapat diamati bagian - bagian komponen penyusunnya meskipun dengan menggunakan mikroskop ultra sekalipun. Larutan terdiri dari dua komponen penting Komponen tersebut adalah solven atau pelarut dan solut atau zat terlarut. Biasanya komponen solven mengandung jumlah zat terbanyak. Dan komponen solut mengandung jumlah zat yang lebih sedikit. Konsentrasi adalah kuantitas relatif suatu zat tertentu di dalam larutan Konsentrasi merupakan salah satu faktor penting yang menentukan cepat atau lambatnya reaksi berlangsung. Konsentrasi larutan menyatakan banyaknya zat terlarut yang terdapat dalam suatu pelarut atau larutan. Larutan Yang Mengandung sebagian besar solut relatif terhadap pelarut, berarti larutan tersebut konsentrasinya tinggi atau pekat. Sebaliknya bila mengandung sejumlah kecil solut, maka konsentrasinya rendah atau encer. Pada umumnya larutan mempunyai beberapa sifat. Diantaranya sifat larutan nicht elektrolit dan larutan elektrolit. 183 Mampu membuat larutan dengan berbgai konsentrasi 183 Mampu membuat larutan dengan pengenceran berbagai konsentrasi Larutan didefinisikan sebagai campuran homogen antara dua atau lebih zat yang terdispersi baik sebagai molekul, atom maupun ion yang komposisinya dapat berpariasi. Larutan dapat berupa gas, cairan, atau padatan Larutan Umzäunung Adalah Larutan Yang Mengandung Sebagian Kecil Solute, Relative Terhadap Jumlah Pelarut. Sedangkan larutan pekat adalah larutan yang mengandung sebagian besar solute. Solide adalah zat terlarut. Sedangkan-Lösungsmittel (Pelarut) Adalah Medium Dalam Mana Solute Terlarut (Baroroh, 2004). Panda umumnya zat yang digunakan sebagai pelarut adalah luft (H2O), selain luft yang berfungsi sebagai pelarut adalah alkohol, amoniak, kloroform, benzena, minyak, asam asetat, akan tetapi kalau menggunakan luft biasanya tidak disebutkan (Gunawan, 2004). Larutan Gas Dibuat Dengan Mencampurkan Suatu Gas Dengan Gas Lainnya. Karena semua gas bercampur dalam semua perbandingan, maka setiap campuran gas adalah homogen ia merupakan larutan Larutan Cairan Dibuat Dengan Melarutkan Gas, Cairan Atau Padatan Dalam Suatu Cairan. Jika sebagian cairan adlah luft, maka larutan krankheit larutan berair Larutan padatan adalah padatan-padatan dalam mana satu komponen terdistribusi tak beraturan pada atom atau molekul dari komponen lainnya (Syukri, 1999). Suatu larutan dengan jumlah maksimum zat terlarutpadatemperatur tertentu disebut larutan jenuh. Sebelum mencapai titik jenuh larutan tidak jenuh. Kadang-Kadang dijumpai suatu keadaan dengan zat terlarut dalam larutan lebih banyak daripada zat terlarut yang seharusnya dapat melarut pada Temperatur tersebut. Larutan Yang Demikian Schwarze Larutan Lewat jenuh. Banyaknya zat terlarut yang dapat menghasilkan larutan jenuh, daalam jumlah tertentu pelarut pada temperatur konstan krankheit kelarutan. Kelarutan suatu zat bergantung pada sifat zat itu, Maulwurf Pelarut, Temperatur dan tekanan. Meskipun larutan dapat mengandung banyak komponen, tetapi pada tinjauan ini hanya dibahas larutan yang mengandung dua komponen. Yaitu larutan biner Komponen dari larutan biner yaitu pelarut dan zat terlarut. Contoh larutan biner Faktor-faktor yang mempengaruhi kelarutan yaitu temperatur, sifat pelarut, efek ion sejenis, efek ion berlainan, pH, hidrolisis, pengaruh kompleks dan lain-lain (Khopkar, 2003). Pembuatan larutan banyak aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya Ketika Kita ingin Membran des Manis. Kita menambahkan gula ke dalam luft dan kemudian tambahkan teh serta mengaduknya. Ternyata luft tee tersebut masih terasa manis, kmudian kita menambahkan lagi air ke dalamnya. Sehingga luft teh yang tadinya kental atau pekat dan manis sekali menjadi lebih encer dan rasa manisnya sedang. Itu semua adalah kegiatan dalam pembuatan larutan Mencampurkan Luft, teh dan gula merupakan contoh pembuatan larutan dan campuran itu disebut larutan sedangkan penambahan luft ke dalam luft teh yang manis dinamakan pengenceran. Dan kekentalan atau kepekatannya disebut konsentrasi atau Molaritas. Jadi, larutan adalah suatu system homogen yang terdiri dari molekul atom ataupun ion dari dua zat atau lebih. Larutan Akan Terjadi Jika Atom, Maulwurf Atah Dari Suatu Zat Semuanya Terdispersi. Larutan terdiri atas zat yang dilarutkan (zat terlarut) yang krankheit solute dan pelarut yang dinamakan lösungsmittel. Solvent atau pelarut merupakan senyawa dalam jumlah yang lebih besar sedangkan senyawa dalam jumlah yang lebih sedikit krankheit solute atau zat terlarut (Baroroh, 2004). Larutan Yang Saling Melarutkan Adalah Campuran Dua Larutan Polar Atau Dua Larutan Nicht Polar Yang Membran Larutan Satu Fase Homogen. Larutan Yang Tidak Melarutkan Adalah Campuran Dari Dua Zat Cair Polar dan Nicht Polar Membrana Dua Fase. (Stephen, 2002) Sifat dari suatu larutan ditentukan oleh jenis dan jumlah partikel zat terlarut dalam larutan Seutelai contoh, rasa asin dari larutan garam bertambah seering bertambahnya jumlah partikel garam yang larut. Demikian Pula Rasa Manis Dari Larutan Gula Akan Bertambah Seiring Bertambahnya Jumlah Partikel Gula Yang Larut. Namun demikian, ada bebeapa sifat larutan yang hanya bergantung pada jumlah partikel zat terlarut. Ke dalam dua wadah yang masing-masing berisi 1 l luft ditambahkan gula ke wadah yang satu dan garam ke wadah lainnya jumlah partikel yang sama. Hasil pengukuran dari masing-masing larutan menunjukan bahwa kedua larutan tersebut ternyata memiliki nilai penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, dan penurunan titik beku yang sama relatif terhadap pelarut luft. Pengukuran dengan osmometer menunjukkan bahwa kedua larutan garam dan gula tersebut juga mempunyai tekanan osmose yang sama. Sifat larutan yaitu penurunan teknan uap (9650P), kenaikan titik didih (9650P b), penurunan titik beku (9650T f), dan tekanan osmotik () yaang hanya bergantung pada jumlah partikel zat terlrutnya dikelompokan bersama dan disebut sebagai fifat koligatif larutan. Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang bergantung pada jumlah partikel zat terlarut dan bukan pada jenis zat terlarutnya. Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang bergantung pada jjumlah partikel zat terlarut dan bukan pada jenis zat terlarutnya. Sifat koligatif larutan dibedakan untuk larutan elektrolit dan larutan nicht-elektrolit. Hal ini dikarenakan kemampuan elektrolit untuk terionisasiterdisosiasi membentuk ion-ion di dalam larutan, menyebabkan jumlah partikel zat terlarutnya menjadi lebih besar. Kemolaran atau Molaritas adalah banyaknya jumlah mol zat terlarut dalam tiap liter larutan Atau konsentrasi suatu larutan yang mengukur banyaknya mol zat terlarut dalam tiap liter larutan Kemolaran alatu Molaritas lambangnya M. Molaritas dapat dirumuskan sebagai berikut. Keterangan M kemolaran (molL) V Volumen Yang ditempati zat (L) Pengenceran suatu larutan adalah suatu penambahan zat pelarut ke dalam suatu larutan sehingga konsentrasi larutan menjadi lebih kecil dengan menambahkan Luft (pelarut). Persamaan rumusnya adalah sebagai berikut Berdasarkan pada hasil percobaan dan daten pada tabel hasil percobaan di atas dapat diuraikan bahwa dalam membuat suatu larutan yang paling utama adalah jumlah zatnya (mol). Karena dengan diketahui jumlah zatnya kita dapat menentukan berapa massa yang dibutuhkan untuk membuat larutan NaCl 0,1 M, C 6 H 12 O 6 0,2 M Dan C 11 H 22 O 11 0,02 M, Yang Paling Utama Dalam Membran Larutan Adalah Mengetahui berapa gram zat yang digunakan Dalam pembuatan larutan ini tiap-tiap bahan akan diberi perlakuan pembuatan larutan murni, pembuatan larutan dengan pengenceran dan dengan pencampuran. Sesuai dengan hasil pengamatan diatas, dapa di ketahui massa garam 0,299 gramm, massa glukosa 1,8 gram dan masa sukrosa 0,33 gramm Pelarut dalam pembuatn 100ml NaCl 0,1 M, C 6 H 12 O 6 0,2 M Dan C 11 H 22 O 11 0,02 M Yang Digunakan Adalah Luft Sedangkan Ketiga Zat Tersebut Zat Terlarut. Dalam pembuatan ketiga larutan tersebut semua bahan terlarut dalam luft Setela penambahan luft atau pelarut di dalam labu volumetric dan adanya pengocokan maka campuran itu sudah dinamakan larutan. Perlakuan selanjutnya adalah mengencerkan larutan yang telah dibuat tadi Proses pengencerannya hanya mengambil sampel dari 100 ml larutan dari masing-masing bahan tersebut 10 ml kemudian ditambahkan 90 ml luft untuk mengencerkannya. Sehingga terjadi perubahan Volumen dan perubahan konsentrasi. Dari semua hasil perhitungan ternyata konsentrasi dari ketiga larutan tersebut ketika diencerkan konsentrasinya menjadi lebih rendah atau kecil dari konsentrasi mula-mula atau mengalami penurunan konsentrasi sehingga larutannya lebih encer dari semula. Bisa dilihat larutan garam dapur mulanya berkonsentrasi 0,1 M kemudian setelah pengenceran konsentrasinya menjadi 0,01 M, bettel pula larutan glukosa mulanya konsentrasi sebesar 0,2 M setelah ditambahkan 90 ml Luft konsentrasinya turun menjadi 0,02 M dan pada larutan sukrosa atau gula Pasir juga demikian awalnya berkonsentrasi 0,02 M setela diencerkan konsentrasinya berubah menjadi 0,002 M. dan untuk volumenya, mulanya Volumen Ketiga Larutan Yang Diambil untuk proses pengenceran hanya sebesar 10 mllarutan dan setelah penambahan 90 ml luft volumenya menjadi 100 ml. Sedangkan untuk jumlah zatnya (mol) tetap Hal itu bias dilihat saja dari rumus pengenceran, adalah M 1.V 1 M 2. V 2 Dimana M. V adalah rumus banyaknya jumlah zat (mol), sehingga mol awal mol akhir. Oleh karena itu, percobaan pembuatan larutan dengan pengenceran hasil yang didapat adalah sesuai dengan teori yang mendasari, yakni bahwa mengencerkan larutan yaitu memperkecil konsentrasi larutan dengan jalan menambahkan sejumlah tertentu pelarut. Pengenceran menyebabkan Volumen dan kemolaran larutan berubah, tetapi jumlah zat terlarut tidak berubah. Berdasarkan kemampuannya menghantarkan listrik. Larutan dapat dibedakan sebagai larutan elektrolit dan larutan nicht-elektrolit. Larutan elektrolit mengandung zat elektrolit sehingga dapat menghantarkan listrik, sementara larutan nicht-elektrolit tidak dapat menghantarkan listrik. 1.1 Larutan Elektrolit Larutan elektrolit merupakan larutan yang dibentuk dari zat elektrolit. Sedangkan zat elektrolit itu sendiri merupakan zat-zat yang di dalam luft terurai membentuk ion-ionnya. Zat elektrolit yang terurai sempurna di dalam luft krankheit Elektrolit Kuat dan larutan yang dibentuknya krankheit Larutan Elektrolit Kuat. Zat elektrolit yang hanya terurai sebagian membentuk ion-ionnya di dalam luft krankheit Elektrolit Lemah dan larutan yang dibentuknya krankheit Larutan Elektrolit Lemah. 1.2 Larutan Nicht-Elektrolit Larutan nicht elektrolit merupakan larutan yang dibentuk dari zat nicht elektrolit. Sedangkan zat nicht elektrolit itu sendiri merupakan zat-zat yang di dalam Luft tidak terurai dalam bentuk ion-ionnya, tetapi terurai dalam bentuk molekuler. 1.3 Membedakan Larutan Elektrolit dan Larutan Nicht Elektrolit Larutan elektolit dan nicht elektrolit dapat dibedakan dengan jelas dari sifatnya yaitu penghantaran Listrik. ein). Larutan elektrolit dapat menghantarkan listrik Hal ini untuk pertama kalinya diterangkan oleh Svante August Arrhenius (1859-1927), seorang ilmuwan dari Swedia. Arrhenius menemukan bahwa zat elektrolit dalam air akan terurai menjadi partikel-partikel berupa atom atau gugus atom yang bermuatan listrik Karena secara total larutan tidak bermuatan, maka jumlah muatan positif dalam larutan harus sama dengan muatan negatif. Atom Atau Gugus Atom Yang Bermuatan Listrik Itu Dinamai Ion. Ion Yang bemuatan Positiv Erkrankung Kation, Sedangkan Ion Yang Bermuatan Negativ Unbekannter Anion. Pembuktian sifat larutan elektrolit yang dapat menghantarkan listrik ini dapat diperlihatkan melalui eksperimen. Zat-zat yang tergolong elektrolit yaitu asam, basa, dan garam. Contoh larutan elektrolit kuat HCl, HBr, HI, HNO3, dan lain-lain Contoh larutan elektrolit Lemma: CH3COOH, Al (OH) 3 dan Na2CO3 b). Larutan nicht elektrolit tidak dapat menghantarkan listrik Adapun larutan nicht elektrolit terdiri atas zat-zat nicht elektrolit yang tidak dilarutkan ke dalam luft tidak terurai menjadi ion (tidak terionisasi). Dalam Larutan, Mereka Tetap Berupa Maulwurf Yang Tidak Bermuatan Listrik. Itulah sebabnya larutan nicht elektrolit tidak dapat menghantarkan listrik Pembuktian sifat larutan nicht elektrolit yang tidak dapat menghantarkan listrik ini dapat diperlihatkan melalui eksperimen. Contoh larutan nicht elektrolit Larutan Gula (C12H22O11), Etanol (C2H5OH), Harnstoff (CO (NH) 2), Glukosa (C6H12O6), Dan lain-lain 1.4 Kekuatan Elektrolit Kekuatan Suatu Elektrolit ditandai dengan suatu besaran Yang Krankheit derajat ionisasi () Keterangan: Elektrolit kuat memiliki Harga 1, sebab semua zat yang dilarutkan terurai menjadi ion. Elektrolit lemah memiliki harga lt1, sebab hanya sebagian yang terurai menjadi ion. Adapun nicht elektrolit memiliki harga 0, sebab tidak ada yang terurai menjadi ion. Elektrolit kuat 1 (terionisasi sempurna) Elektrolit Lemma. 0 lt lt 1 (terionisasi sebagian) Nicht Elektrolit. 0 (tidak terionisasi) 1.5 Reaksi Ionisasi Elektrolit Kuat Larutan Yang Dapat Mitgliedsblau Londu terang, gelembung gasnya banyak, maka laurtan ini merupakan elektrolit kuat. Umumnya elektrolit kuat adalah larutan garam. Dalam proses ionisasinya, elektrolit kuat menghasilkan banyak ion maka 61537 1 (terurai senyawa), pada persamaan reaksi ionisasi elektrolit kuat ditandai dengan anak panah satu arah ke kanan Perlu diketahui pula elektrolit kuat ada beberapa dari asam dan basa. Conta: NaCl (aq) KI (aq) Ca (NO3) 2 (g) Na (aq) Cl - (aq) K (aq) I - (aq) Ca2 (aq) NO3- (aq) Di bawah ini diberikan kation Dan anion yang dapat membentuk elektrolit kuat Kation Na, L, K, Mg², Ca², Sr², Ba², NH & sub4; Anion. Cl-, Br-, I-, SO42-, NO3-, ClO4-, HSO4-, CO32-, HCO32- 1.6 Reaksi Ionisasi Elektrolit Lemah Larutan Yang Dapat Memberikan Nyala reduzieren ataupun tidak menyala, tetapi masih terdapat gelembung gas pada elektrodanya maka larutan Ini merupakan elekrtolit lemah. Daya hantarnya buruh dan memiliki (derajat ionisasi) kecil, karena sedikit larutan yang terurai (terionisasi). Makin sedikit yang terionisasi, makin lemah elektrolit tersebut. Dalum persamaan reaksi ionisasi elektrolit lemah ditandai dengan panah dua arah (bolak-balik) artinya tidak semua molekul terurai (ionisasi tidak sempurna) Contoh: CH3COOH (aq) NH4OH (g) CH3COO - (aq) H (aq) NH4 (aq) OH - (aq) 2. Cara Larutan Elektrolit Menghantarkan Arus Listrik Pada tahun 1884, Svante Arrhenius, ahli Kimia terkenal dari Swedia mengemukakan teori elektrolit yang sampai saat ini teori tersebut tetap bertahan padahal ia hampir saja tidak diberikan gelar doktornya di Universitas Upsala, Swedia, karena Mengungkapkan teori ini Menurut Arrhenius, larutan elektrolis dalam air terdisosiasi ke dalam partikel-partikel bermuatan listrik positif dan negatif yang disebut ion (ion positif dan ion negatif) Jumlah muatan ion positiv akan sama dengan jumlah muatan ion negatif, sehingga muatan ion-ion dalam larutan netral. Ion-Ionen Inilah Yang Bertugas Mengahantarkan Arus Listrik. 8221 Larutan elektrolit dapat menghantarkan listrik karena mengandung ion-ion yang dapat bergerak bebas. Ion-Ion Iulah Yang Menghantarkan Arus Listrik Melalui Larutan8221. Larutan yang dapat menghantarkan arus listrik disebut larutan elektrolit. Larutan ini memberikan gejala berupa menyalanya lampu atau timbulnya gelembung gas dalam larutan. Larutan elektrolit mengandung partikel-partikel yang bermuatan (kation dan anion). Berdasarkan percobaan yang dilakukan oleh Michael Faraday, diketahui bahwa jika arus listrik dialirkan ke dalam larutan elektrolit akan terjadi proses elektrolisis yang menghasilkan gas. Gelembung Gas ini terbentuk karena ion positif mengalami reaksi reduksi dan ion negatif mengalami oksidasi. Contoh, pada laruutan HCl terjadi reaksi elektrolisis yang menghasilkan gas hidrogen sebagai berikut. HCl (aq) 8594 H (aq) Cl - (aq) Reaksi reduksi. 2H (aq) 2e - 8594 H2 (g) Reaksi oksidasi. 2Cl - (aq) 8594 Cl2 (g) 2e - Larutan elektrolit terdiri dari larutan elektrolit kuat contohnya HCl, H2SO4, dan larutan elektrolit lemah contohnya CH3COOH, NH3, H2S. Larutan elektrolit dapat bersumber dari senyawa ion (senyawa yang mempunyai ikatan ion) atau senyawa kovalen polar (senyawa yang mempunyai ikatan kovalen polar) Zat elektrolit yang terurai dalam Luft menjadi Ionion: HaCl (s) Na (aq) Cl - (aq) HCl (g) H (aq) Cl - (aq) H2SO4 (aq) 2H (aq) SO4 2- (aq) HaOH (s) Na (aq) OH - (aq) CH3COOH (l) CH3COO - (aq) H (Aq) CO (NH2) 2 (s) CO (NH2) 2 (aq) Reaksi peruräische Krankheitselektrose Reaksi reduksi. Pada katode, Elektron Ditangkap Oleh Ion Reaksi oksidasi. Pada anode, ion akan melepaskan electron Berdasarkan pelepasan dan pengikatan oksigen Reaksi oksidasi. Reaksi pengikatan oksigen Contoh. C6H1206 CO2 6H2O 3S 2KClO3 2KCl 3SO2 Reaksi Reduksi: Reaksi pelepasan oksigen Contoh. Fe2O3 3CO 2Fe2 3CO2 CuO H2 Cu H2O 3. Hubungan Keelektrolitan dengan ikatan Kimia 3.1 Senyawa Ion Sebagai Contoh Dari Kegiatan Percobaan Yang Tergolong Larutan Elektrolit Yang Berikatan Ion Adalah Garam Dapur. Dapatkah Anda membedakan daya hantar listrik untuk garam pada saat kristal, lelehan dan larutan Cobalah perhatikan uraian berikut. NaCl adalah senyawa ion, jika dalam keadaan kristal sudah sebagai ion-ion, tetapi ion-ion itu terikat satu sama lain dengan rapat dan kuat, sehingga tidak bebas bergerak. Jadi dalam keadaan kristal (padatan) senyawa ion tidak dapat menghantarkan listrik, tetapi jika garam yang berikatan ion tersebut dalam keadaan lelehan atau larutan, maka ion-ionnya akan bergerak bebas, sehingga dapat menghantarkan listrik. Pada saat senyawa NaCl dilarutkan dalam luft, ion-ion yang tersusun rapat dan terikat akan tertarik oleh molekul-molekul Luft dan Luft akan menyusup di sela-sela Butir-Butir Ionen Tersebut (Proses Hidasi) Yang Akhirnya Akan Terlepas Satu Sama Lain Dan Bergerak Bebas Dalam larutan Yang Termasuk Ke Dalam Senyawa Ion Adalah Senyawa Basa Dan Garam. NaCl (s) Luft Na (aq) Cl - (aq) 3.2 Senyawa Kovalen Senyawa kovalen terbagi menjadi senyawa kovalen nicht polar misalnya. F2, Cl2, Br2, I2, CH4 dan kovalen polar misalnya. HCl, HBr, HI, NH & sub3 ;. Dari hasil percobaan, hanya senyawa yang berikatan kovalen polarlah yang dapat menghantarkan arus listrik Bagaimanakah hal ini dapat dijelaskan Kalau kita perhatikan, bahwa HCl merupakan senyawa kovalen di atom bersifat polar, pasangan elektron ikatan tertarik ke atom Cl yang lebih elektro negatif dibanding dengan atom H. Sehingga pada HCl, atom H lebih positif dan atom Cl lebih negatif. Struktur lewis: Reaksi ionisasi nya adalah sebagai berikut. HCL (aq) H (aq) Cl - (aq) Jadi walaupun molekul HCl bukan senyawa Ion, jika dilarutkan ke dalam luft maka larutannya dapat menghantarkan arus listrik karena menghasilkan ion-ion yang bergerak bebas. HCl (g) HCl (g) HCl (g) HCl (g) HCl (g) HCl (g) HCl (g) HCl (g) HCl (g) HCl (g) HCl (g) HCl (g) H & sub2; HCl dalam keadaan murni berupa Maulwurf-Maulwurf tidak mengandung Ionen-Ionen, Maka Cairan HCl murni tidak dapat menghantarkan arus listrik. 4. Kesimpulan Dari penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa suatu larutan akan dapat menghantarkan listrik apabila lrutan tersebut memiliki ion-ion yang bergerak bebas, tapi apabila ion-ion berbentuk rapat dan kuat, sehingga tidak dapat bergerak bebas maka larutan tersebut tidak dapat menghantarkan listrik .

Comments

Popular Posts